Fenomena bahasa kotor dari youtuber gaming dan dampak2nya bagi masyarakat sekitar
FENOMENA BAHASA KOTOR PENGARUH DARI LIVE STREAM/YOUTUBER
Disusun Oleh :
Nathania 2300101067
Novi Dwi Safitri 2300101018
Louis Martin 2300101013
Matthew Anderson 2300101074
Adrian 2300101066
SUBJEK :
Bahasa Indonesia
PROGRAM STUDI D3 CULINARY ARTS
PRADITA UNIVERSITY
TAHUN AKADEMIK 2024/2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia serta kemurahan-Nya jurnal kami yang berjudul “Fenomena Bahasa Kotor Pengaruh Dari Live Stream/Youtuber” dapat kami selesaikan sesuai dengan yang diharapkan. Jurnal ini dibuat dalam rangka kami untuk menganalisis fenomena pengaruhnya bahasa kotor terhadap audiens, serta contoh kasus yang relevan terhadap fenomena tersebut. Kami juga akan meneliti seberapa banyak anak anak remaja dan masih di bawah umur yang terinfluence dengan hal hal buruk tersebut, dikarenakan anak tersebut tidak diawasi oleh orang tua dalam bermedia sosial.
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah dimana kami menganalisis pengaruh dan dampak penggunaan bahasa kotor/kasar yang dilakukan oleh YouTuber dalam pembuatan konten maupun live streaming. Hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi para audiens dalam segi sosial, tutur kata, sikap dan banyak hal lain yang mencakup mengenai penggunaan bahasa kotor yang dilakukan oleh YouTuber. Metode yang kami pakai yaitu metode kualitatif penelitian yang berfokus pada suatu fenomena tersebut.
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam era digital yang semakin maju, platform-platform seperti YouTube, Twitch, TikTok, dan berbagai layanan live streaming telah menjadi saluran utama bagi konten kreator untuk berinteraksi dengan audiens mereka. Fenomena ini tidak hanya mengubah cara orang mengonsumsi konten, tetapi juga mempengaruhi cara berkomunikasi di kalangan pengguna, terutama di kalangan anak muda. Interaksi yang terjadi di platform-platform ini sering kali melibatkan penggunaan bahasa yang tidak sopan, kasar, dan vulgar, yang menjadi salah satu ciri khas dalam pembuatan konten. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai dampak dari penggunaan bahasa tersebut terhadap perilaku dan norma sosial di masyarakat.
Penggunaan bahasa kasar dalam konten digital sering kali dianggap sebagai strategi untuk menarik perhatian audiens. Konten kreator berusaha untuk menciptakan suasana yang menarik dan menghibur, namun seringkali mereka melupakan tanggung jawab sosial yang menyertai pengaruh yang mereka miliki. Dalam banyak kasus, bahasa yang digunakan tidak hanya sekadar ekspresi diri, tetapi juga dapat menciptakan norma baru yang dianggap wajar di kalangan pengikut mereka. Fenomena ini berpotensi merusak nilai-nilai kesopanan dan etika komunikasi yang seharusnya dijunjung tinggi dalam masyarakat.Dampak dari penggunaan bahasa yang tidak pantas ini sangat signifikan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih dalam tahap pembentukan karakter. Mereka cenderung meniru perilaku dan cara bicara yang mereka lihat di media sosial, yang dapat mengakibatkan perubahan cara berkomunikasi dalam lingkungan mereka. Ketika anak-anak terpapar pada bahasa kasar, mereka mungkin menganggapnya sebagai hal yang normal dan mulai menggunakannya dalam interaksi sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini dapat mengganggu hubungan sosial dan menciptakan lingkungan yang kurang harmonis. Selain itu, kurangnya pengawasan orang tua juga merupakan faktor yang memperburuk situasi ini Banyak orang tua tidak dapat memberikan instruksi yang diperlukan karena mereka tidak mengetahui konten anak mereka Pelatihan tentang penggunaan media sosial yang bijak dan dampak bahasa yang digunakan dalam konten digital sangat penting untuk membantu anak -anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka Tanpa pengawasan yang tepat atau memadai, ada risiko bahwa anak -anak terpapar konten tidak pantas ,berbahaya bagi pembangunan karakter dan perkembangan mereka.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
- Pengaruh Youtuber (Livestream) Terhadap Penggunaan Bahasa
Beberapa youtuber terkenal seperti Reza Arap, Windah Basudara dikenal juga sebagai Brando, Bkent, Pascol dan beberapa youtuber lainnya, dikenal sering menggunakan bahasa bahasa yang tidak patut diucapkan atau pun didengar. Para beliau sering menggunakan bahasa kotor/kasar sebagai bentuk ekspresi diri atau untuk menambah unsur humor dan hiburan dalam konten tersebut.
- Dampak Bahasa Kasar/Kotor Pada Masyarakat Dan Media Sosial
Beberapa dampak negatif dalam penggunaan bahasa kasar atau kotor, salah satunya dapat mempengaruhi cara audiens berinteraksi dan berbicara di sekelilingnya termasuk bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa kotor juga dapat memicu beberapa ragam reaksi dari masyarakat sekitar ada yang positif dan ada juga yang negatif. Hal ini seringkali tidak mencerminkan perilaku yang baik, dimana fenomena ini dapat menyebabkan anak remaja dan anak muda merasa bahwa penggunaan bahasa kasar adalah salah satu tindakan yang wajar dalam bahasa sehari-hari.
BAB III
METODE PENELITIAN
Dalam metode penelitian ini, kami menggunakan metode kualitatif, dimana kami menganalisis beberapa video populer dan trending di platform youtube dan live streaming, dari YouTuber terkenal yang menggunakan bahasa kasar. Analisis kami meliputi :
- Penggunaan bahasa kotor/kasar dalam pembuatan konten
- Respon audiens, salah satu contohnya merupakan reaksi negatif dan positif terhadap bahasa yang diucapkan dan digunakan dalam pembuatan konten/live stream.
- Dampak terhadap persepsi audiens, tanggapan mengenai bahasa tersebut sebagai bentuk bahwa hal ini merupakan sesuatu yang wajar atau tidak pantas untuk diucapkan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Berikut hasil penelitian yang telah kami lakukan, dalam proses pencarian ini kami mendapatkan 2 YouTuber yang secara menyeluruh kontennya mempunyai banyak unsur penggunaan bahasa kotor dan kasar, hasil penelitian sebagai berikut :
- Reza Arap Oktovian
Beliau merupakan salah satu youtuber terkenal di Indonesia, beliau juga dikenal karena kontennya yang bervariasi dan menarik, mulai dari dunia gaming, musik, hingga vlog. Dari hasil penelitian yang kami survei, penggunaan bahasa kasar oleh Reza Arap memang menjadi bagian dari ciri khas beliau. Dimana beberapa kali ia mengungkapkan dalam wawancara ataupun media sosial mengenai alasanya menggunakan bahasa tersebut yang sebagian besar berkaitan dengan gaya komunikasi yang lebih jujur, dan lebih sesuai dengan kepribadiannya. Beliau sering kali mengungkapkan bahawa bahasa kasar yang ia gunakan di dalam pembuatan konten video dan media sosial adalah bagian dari ekspresi diri yang “Real” dan tidak terkesan berlebihan maupun dibuat-buat. Di sisi lain, penggunaan bahasa kotor oleh Reza Arap juga menimbulkan kontroversi, beberapa orang tua ataupun individu yang lebih konservatif merasa bahwa konten yang beliau publish tersebut kurang pantas dan tidak sesuai dengan nilai-nilai sopan santun. Secara keseluruhan, fenomena penggunaan bahasa kasar oleh Reza Arap bisa dipandang sebagai bentuk beliau mengekspresikan dirinya. Dimana hal tersebut menghasilkan berbagai dampak di kalangan masyarakat dimana ada positif dan negatifnya.
- Windah Basudara
Windah Basudara atau bisa dikenal dengan bang Windah/Brando, beliau merupakan salah satu YouTuber gaming terkenal di Indonesia, beliau merupakan seorang gamer yang penggunaan bahasanya santai, kadang kasar dan humoris. Konten-konten beliau memang cukup mencolok dan sering menjadi perbincangan di platform media sosial, salah satunya yaitu tiktok. Beliau banyak dikenal di kalangan gamer dan dalam komunitas YouTube, dimana hasil penelitian yang kami survei, beliau dikenal dengan gaya komunikasi yang terbuka dan spontan sering kali mencakup bahasa yang lebih kasual, termasuk kata-kata kasar yang sering dianggap vulgar. Penggunaan bahasa kasar yang beliau ucapkan kadang dianggap wajar, normal dan merupakan bagian dari identitas tersebut. Kata kasar yang diucapkan oleh beliau biasa digunakan untuk mengekspresikan emosi atau reaksi spontan dalam permainan yang ia mainkan. Banyak penggemar Windah Basudara merasa bahwa penggunaan bahasa kasar yang beliau ucapkan adalah hal yang wajar dan membuat konten lebih menghibur dan tidak terkesan dibuat-buat. Meski banyak penggemar yang menggemari konten beliau, ada juga pihak yang merasa kurang nyaman dan terganggu dengan bahasa kasar yang digunakan oleh beliau, salah satunya di kalangan orang tua. Hasil dari penelitian dalam penggunaan bahasa kotor yang beliau lakukan menjadi salah satu bagian dari gaya konten yang beliau pilih dan ekspresi diri untuk lebih terhubung dengan audiens muda, khususnya para gamer diluar sana.
BAB V
PEMBAHASAN
Penggunaan bahasa kasar dan kotor oleh YouTuber dan streamer memunculkan dilema di kalangan sosial, dimana di satu sisi penggunaan bahasa ini dapat menghibur dan mempererat hubungan antar konten kreator dan audien yang dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan tidak tegang. Namun di sisi lain penggunaan bahasa ini dapat mempengaruhi pandangan audiens lain tentang cara mereka berkomunikasi dengan satu sama lain.
Kemudian, menurut penelitian yang dilakukan oleh (Coyne et al., 2011) menyatakan bahwa paparan yang berulang terhadap kata-kata kotor di konten YouTube dapat menyebabkan penonton, terutama remaja dan anak-anak, menganggap bahasa tersebut sebagai sesuatu yang wajar yang dimana mereka nantinya akan menormalisasikan bahasa kasar atau kotor. Tak hanya itu ada juga penelitian yang dilakukan oleh (Bandura, 2001) yang menyatakan bahwa anak-anak cenderung meniru perilaku atau bahasa yang mereka lihat di media. Jika YouTuber yang mereka idolakan sering mengucapkan kata kasar, ada kemungkinan anak-anak akan menirunya. Hal ini merupakan pengaruh terhadap perkembangan bahasa dan perilaku anak. Selain pengaruh terhadap anak, ada juga dampak yang berlaku kepada ketidaknyamanan audiens. Seperti yang dikatakan di penelitian yang dilakukan oleh (Jay, 2009) yang menyatakan bahwa penggunaan kata-kata kasar dapat memicu ketidaknyamanan emosional, terutama bagi penonton yang sensitif atau berasal dari budaya yang menjunjung tinggi kesopanan.
Oleh karena itu pentingnya bagi pembuat konten kreator untuk lebih sadar mengenai dampak dari penggunaan bahasa kasar terhadap audiens dan sekitarnya, karena dampak setiap orang yang menerima cara mereka bertutur kata belum tentu sama dengan apa yang mereka pikirkan. Akan hal ini kami tidak membenarkan dan menormalisasikan bahawa penggunaan bahasa kotor dapat menjadi bahan untuk hiburan para konten kreator untuk audiensnya.
BAB VI
KESIMPULAN
Kesimpulan mengenai penggunaan bahasa kotor/kasar di dunia perkontenan dapat memiliki dampak signifikan terhadap audiens, baik secara positif dan negatif. Meskipun penggunaan bahasa kotor dapat meningkatkan keterlibatan penonton terutama dalam konteks hiburan dan humor, penggunaan bahasa ini dapat mengubah perilaku/sikap, tutur bicara terhadap orang sekitar, gaya bicara yang kurang sopan, mental dan banyak lagi. Oleh karena itu alangkah baiknya bagi para konten kreator untuk lebih sadar mengenai dampak dari penggunaan kata kotor tersebut. Di satu sisi pembuatan konten ini bisa meningkatkan kedekatan dengan para penggemar dan dapat menonjolkan keaslian yang tidak di tutup-tutupi, tetap di sisi lain dapat juga menimbulkan masalah dan menurunkan citra seorang kreator. Maka dari itu kami tegaskan, meskipun bahasa kasar bisa menjadi strategi efektif untuk menarik perhatian orang-orang, penting bagi para YouTuber (konten kreator) untuk mempertimbangkan audiens mereka dan memikirkan potensi jangka panjang terhadap reputasi yang para kreator jalankan.
DAFTAR PUSTAKA
Bandura, A. (2001). Social Cognitive Theory of Mass Communication. Media Psychology, 3(3), 265–299. https://doi.org/10.1207/S1532785XMEP0303_03
Coyne, S. M., Linder, J. R., Rasmussen, E. E., Nelson, D. A., & Collier, K. M. (2011). Profanity in Media Associated With Attitudes and Behavior. Pediatrics, 128(5), 867–872. https://doi.org/10.1542/peds.2011-1062
Jay, T. (2009). The Utility and Ubiquity of Taboo Words. Perspectives on Psychological Science, 4(2), 153–161. https://doi.org/10.1111/j.1745-6924.2009.01115.x
Manullang, Yosephine & Effendy, Juniar & Dewanto, Arya & Ramadhani, Muhantyo & Rahmadani, Oktavia & Nurhayati, Eni. (2023). Dampak Penggunaan Bahasa Youtuber Gaming Windah Basudara Terhadap Perilaku Anak Dibawah Umur. Jurnal Multidisiplin West Science. 2. 1033-1039. 10.58812/jmws.v2i12.813.
https://drive.google.com/drive/folders/1apjiac2vmTtFn3XUmovtkeClNU6di7v-
Portofolio kelompok 1
Nathania
Novia Dwi Safitri
Louis Martin
Matthew Anderson
Adrian
Comments
Post a Comment